TIPS MENGEKSPLORASI ESTETIKA PADA RUANG JEDA

Dalam desain layout, seringkali nampak ruang kosong yang membuat banyak orang beranggapan: mengapa ruang tersebut dibiarkan kosong, tidak dipenuhi. Terkesan mubadzir dan tidak efektif. Padahal ruang kosong atau lazimnya disebut white space atau negative space merupakan ruang di sekitar subjek (bukan subjek itu sendiri) yang dapat membentuk suatu bentuk baru yang menarik atau relevan secara artistik.

salah satu contoh penerapan negative space

Selain itu, negative space tidak hanya menjadi ruang jeda, namun juga menopang fungsi penting dalam sebuah desain. Misalnya saja untuk memberikan jeda pada mata agar mata tidak terlalu lelah melihat desain yang sesak dan padat. Fungsi lain yang bisa dipahami dari negative space ini adalah:

  1. Sebagai pendukung tercapainya prinsip readability (keterbacaan) dan Readability yang dipengarui pemilihan jenis huruf, ukuran, dan spasi dan legibility terkait perancangan karakter huruf
  2. Kontras warna terhadap latar belakang dan legibility sebuah layout
  3. Menciptakan struktur informasi yang rapi
  4. Menciptakan keseimbangan komposisi layout
  5. Memberikan penekanan terhadap informasi yang ingin disampaikan terlebih dahulu. Istilah minimalis desain tampaknya menjadi salah satu bentuk dari pengaplikasian white space yang baik;
  6. Membuat desain terlihat lebih elegan

penerapan negative space dalam layout

Selain beberapa fungsi di atas, negative space juga difungsikan untuk menciptakan arti ganda pada sebuah logo. Fungsi seperti ini dikenal dengan sebutan double meaning. Berkat ruang kosong tersebut, desainer bisa menyisipkan bentuk imajiner tertentu pada objek utama. Tanpa perlu mengkaburkan bentuk dan fokus dari objek utama sehingga memunculkan kesan ganda pada desain yang dilihat.

Itulah sekelumit mengenai negative space dalam desain. Dan akhirnya bahasa visuallah yang mewakili kedalaman makna dan estetika dalam desain anda.

0 Orang Berkomentar

Terbitkan Komentar